Beranda > Bisnis IT, Tekno, Teknologi Informasi > “The New York Times” dan “Washington Post” Merapat ke Google

“The New York Times” dan “Washington Post” Merapat ke Google


Di saat Rupert Murdoch dengan jaringan media di bawah bendera News Corp menjauhi Google, The New York Times dan Washington Post malah merapat. Google dan dua media besar AS tersebut membuat proyek eksperimen yang disebut Living Stories untuk menyajikan berita secara komprehensif berdasarkan tema dan akan ter-update setiap ada berita lanjutan.
Dengan adanya layanan Living Stories, pembaca bisa mengikuti perkembangan berita tertentu sesuai minatnya. Berita, opini, grafik, dan informasi pendukung suatu topik tertentu ditampilkan dalam satu halaman sehingga pembaca tak perlu pusing mencari di situs web aslinya.

Saat ini baru beberapa topik berita yang dibuat dalam halaman eksperimen tersebut. Antara lain soal reformasi kesehatan di AS, politik global warming, perang Afganistan, dan flu babi.

“Google tidak membayar surat kabar untuk menampilkan konten tersebut, dan belum ada rencana dalam waktu dekat untuk menjual iklan di sana,” ujar Josh Cohen, Product Manager Google, seperti dilansir AP, Selasa (7/12/09). Menurut Google, layanan tersebut merupakan salah satu hal yang membantu industri media bertahan di era online.

Google meyakini, Living Stories yang pada dasarnya mirip liputan khusus ini akan membantu media, khususnya penerbit surat kabar, beradaptasi dengan dunia online yang telah menyebabkan turunnya pembaca cetak dan turunnya pendapatan iklan. Sebelumnya, pelaku industri media menyoroti Google sebagai biang masalah yang dihadapi industri media cetak ini.

Rupert Murdoch yang selama ini dikenal sebagai raja media merupakan salah satu yang paling keras menyerang Google. Ia mengancam akan menarik seluruh konten jaringan medianya dari indeks mesin pencarian Google, antara lain konten Wall Street Journal, karena menuding raksasa internet itu telah mencuri.

Namun, sebaliknya, The New York Times mengaku puas beraliansi dengan Google. “Kami memiliki kerja sama yang sukses dan signifikan dengan Google,” ujar Martin Misenholtz, pimpinan operasi The New York Times.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: