Beranda > Kesehatan > Varicocele Pembunuh Utama Sperma

Varicocele Pembunuh Utama Sperma


Wisconsin, Celana dalam ketat, daging merah, stres atau varicocele (varises pada testis)? Mana yang merupakan pembunuh sperma paling utama?

Jumlah sperma yang rendah adalah topik yang tidak nyaman dibicarakan bagi para pria. Banyak mitos mengenai faktor penyebab menurunnya jumlah sperma.

Mitos seperti memakai celana bokser lebih aman daripada memakai celana dalam, atau makan daging merah bisa menurunkan sperma. Meski ada risikonya juga, namun belum ada bukti ilmiah yang membuktikan hal tersebut.

Tapi yang pasti, pembunuh utama sperma menurut peneliti adalah varicocele. Varicocele adalah kondisi dimana pembuluh darah di sekitar testis, terutama di sebelah kiri, mengalami kelainan dan akhirnya menghasilkan panas.

Hingga kini dokter masih belum tahu bagaimana mekanisme varicocele menyebabkan panas, tapi dokter bisa mendiagnosa dan menanganinya.

“Setelah kami memperbaiki varicocele maka terjadi penurunan suhu skrotum (kantung testis). Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan suhu memang penyebab varicocele dan memicu penurunan bahkan kematian sperma (mandul),” ujar Dr Dan William dari University of Wisconsin School of Medicine and Public Health seperti dikutip dari ABCNews, Selasa (22/12/2009).

Varicocele bisa terjadi jika testis terlalu sering tertekan atau tergesek sehingga timbullah panas. Umumnya varicocele terjadi pada pria yang sering atau terlalu lama duduk dan berkendara di atas motor atau mobil.

Untuk itu William menyarankan agar setiap pria menghitung jumlah spermanya karena belum tentu sperma yang keluar itu sehat atau normal jumlahnya.

“Yang pasti dan tidak perlu dipertanyakan lagi adalah panas mempengaruhi produksi jumlah sperma. Kuncinya adalah hidup bersih dan seimbang, itu saja,” kata William.

Selain varicocele, peneliti sudah membuktikan beberapa faktor lainnya yang membunuh sperma, diantaranya laptop yang ditaruh di atas paha, berendam dalam air panas, obesitas, merokok, narkoba, terapi hormon testosteron, stres dan juga penuaan.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: